Batas Aman Kendaraan Menerobos Banjir

Batas Aman Kendaraan Saat Menerobos Banjir

 

Terkadang banyak pengguna mobil atau motor yang masih memaksakan kendaraannya untuk menerobos banjir. Padahal jika kedalaman genangan air cukup dalam, bisa mengakibatkan komponen kendaraan mudah rusak dan merugikan diri sendiri. Bisa jadi menerobos banjir menyebabkan kendaraan mogok atau rusak. Apalagi jika tiba-tiba di tengah banjir mesin mobil/motor tersebut mati. Bila sudah terjadi hal seperti itu lebih baik tidak distarter lagi, karena kalau tetap dipaksa potensi kerusakan pada komponen kendaraan akan semakin besar. Jika air sudah masuk ruang mesin, komponen rusak itu sudah pasti ke perangkat kelistrikan, bahkan dapat merusak Electric Control Unit (ECU).
menerobos banjir

Dampak parahnya, air bisa masuk ke ruang pembakaran melalui saringan udara dan menyebabkan mesin rusak berat (water hammer). Pengendara juga bisa melihat batas aman banjir dari knalpot, hal ini untuk menghidari agar air tidak tersedot masuk. Lalu perhatikan juga posisi dari Filter Udara, karena komponen tersebut bisa menjadi titik batas maksimal mobil atau motor saat menerobos genangan air.
Menurut General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi paling mendasar, yaitu sampai ketinggian air mencapai setengah ban. “Meski harus menerobos banjir, perkirakan tingginya air tersebut. Sebaiknya jangan lebih dari setengah ban,” kata Dadi dikutip dari Otomania. Jika berhasil keluar dari kepungan banjir maka tugas pengemudi belum selesai. Lakukan pengereman dengan cara sambil berjalan dan menginjak pedal rem perlahan. “Fungsinya untuk menormalkan fungsi rem. Air yang menempel bisa hilang dan setelah dilakukan cara itu rem kembali normal. Lakukan sampai fungsi rem sudah normal,” ujar Dadi. Meski cara seperti itu dibilang paling aman, namun lenbih baiknya usai menerobos banjir lakukan pemeriksaan di bengkel. Bisa melakukan pembersihan dan pemeriksaan terutama roda, karena bisa jadi air banjirnya korosif atau mengandung garam yang akan membahayakan atau menimbulkan karat.

 

mesin terendam air

 

Baca Juga : Indonesia Mulai Ekspor Suzuki Ertiga dan Nex II

Sebaiknya untuk mobil-mobil MPV maksimal ketinggian air sekitar 30 cm. Sedangkan untuk model SUV ketinggiannya bisa lebih tinggi lagi karena ground clearance nya memang tinggi. Jika mobil dipaksa menerjang banjir, maka hal yang paling rentan rusak lebih dulu adalah sistem kelistrikannya. Apalagi mobil-mobil saat ini sudah berbekal sistem elektronik yang canggih. Disarankan juga untuk mengurangi kecepatan saat mobil menerjang banjir. Sebab jika air masuk dalam ruang pembakaran melalui saluran intake atau saluran masuk ke mesin. Hal tersebut akan mengakibatkan water hammer yaitu membuat bengkok connecting rod piston, lalu membuat suara mesin kasar dan liner piston dapat terluka. Dan yang lebih parah lagi mobil tesebut harus turun mesin.

 

motor menerjang banjir

Lalu untuk kendaraan roda dua memiliki batas yang berbeda-beda. Untuk motor sport dengan ukuran ring pada roda 17 atau 18 inci dirasa akan lebih aman menerobos genangan air hingga ketinggian maksimal 20 cm ketimbang motor skutik yang rata-rata ukuran rodanya hanya 14 inci. Saat melewati genangan air, disarankan pengendara motor untuk mempertahankan rpm di putaran tinggi dan stabil. Tujuannya untuk mengurangi potensi air masuk ke ruang mesin. Dan yang terpenting jangan memaksakan lewat kalau ketinggiannya sudah mencapai lutut.

Baca Juga : Aquaplaning, Resiko Berkendara Saat Hujan

 Paket Sewa Mobil 

Paket Sewa Avanza  Paket Sewa Innova
Paket Sewa Toyota Hiace Paket Sewa Elf Short
Paket Sewa Elf Long Paket Sewa Medium Bus
Paket Sewa Big Bus Paket Sewa Toyota Fortuner
Paket Sewa Toyota Camry Paket Sewa Toyota Alphard

 

Paket Wisata Komplit 1-5 Hari 

Paket  1 Hari Paket  2 Hari 1 malam Paket  3 Hari 2 malam
Paket  4 Hari 3 malam Paket  5 Hari 4 malam Paket  Study Tour

 Tujuan Wisata Bisa Di Rubah 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *