Museum benteng Vredeburg, Yogyakarta

5/5 (1)

Museum benteng Vredeburg, Yogyakarta

Benteng ini pertama kali dibangun pada tahun 1760 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I atas permintaan Belanda. Pada masa itu pihak Belanda yang merupakan Gubernur dari Direktur Pantai Utara Jawa dipimpin oleh Nicolaas Harting meminta untuk dibangun sebuah gedung pertahanan. Adapun maksud bangunan benteng dibangun dengan dalih untuk menjaga keamanan keraton dan sekitarnya, akan tetapi dibalik itu maksud Belanda yang sesungguhnya adalah memudahkan dan mengontrol segala perkembangan yang terjadi didalam keraton. Benteng Vredeburg Yogyakarta berdiri terkait erat dengan lahirnya Kasultanan Yogyakarta.

Perjanjian Giyanti 13 Februari 1755 yang berrhasil menyelesaikan perseteruan antara Susuhunan Pakubuwono III dengan Pangeran Mangkubumi (Sultan Hamengku Buwono I kelak) adalah merupakan hasil politik Belanda yang selalu ingin ikut campur urusan dalam negeri raja-raja Jawa waktu itu. Melihat kemajuan yang sangat pesat akan kraton yang didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I, rasa kekhawatiran pihak Belanda mulai muncul. Pihak Belanda mengusulkan kepada sultan agar diijinkan membangun sebuah benteng di dekat kraton.

Sejarah dari pembangunan Benteng Vredeburg

Pembangunan tersebut dengan dalih agar Belanda dapat menjaga keamanan kraton dan sekitarnya. Akan tetapi dibalik dalih tersebut maksud Belanda yang sesungguhnya adalah untuk memudahkan dalam mengontrol segala perkembangan yang terjadi di dalam kraton. Letak benteng yang hanya satu jarak tembak meriam dari kraton dan lokasinya yang menghadap ke jalan utama menuju kraton menjadi indikasi bahwa fungsi benteng dapat dimanfaatkan sebagai benteng strategi, intimidasi, penyerangan dan blokade. Dapat dikatakan bahwa berdirinya benteng tersebut dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila sewaktu-waktu Sultan memalingkan muka memusuhi Belanda.

Besarnya kekuatan yang tersembunyi dibalik kontrak politik yang dilahirkan dalam setiap perjanjian dengan pihak Belanda seakan-akan menjadi kekuatan yang sulit dilawan oleh setiap pemimpin pribumi pada masa kolonial Belanda. Dalam hal ini termasuk pula Sri Sultan Hamengku Buwono I. Oleh karena itu permohonan izin Belanda untuk membangun benteng dikabulkan.

  • Lokasi : Jalan Jenderal A. Yani (Margo Mulyo) No. 6 Yogyakarta
  • HTM : Dewasa Rp 2.000, Anak-anak Rp 1.000, Asing Rp 10.000
  • Buka / Tutup : Selasa – Kamis 07.30-16.00 dan Jumat – Minggu 07.30-16.30

Lokasi Via Google Maps.

Paket Sewa Mobil

Paket Sewa Avanza Paket Sewa Innova
Paket Sewa Toyota HiacePaket Sewa Elf Short
Paket Sewa Elf LongPaket Sewa Medium Bus
Paket Sewa Big BusPaket Sewa Toyota Fortuner
Paket Sewa Toyota CamryPaket Sewa Toyota Alphard

Mohon Beri Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat