Gudeg Bromo Bu Tekluk Jogja

Posted on

Kuliner khas Yogya yang satu ini sudah tidak asing lagi, yaitu gudeg. Untuk Gudeg yang satu ini banyak digandrungi oleh merek sebagai pecinta kuliner. Namanya Gudeg Bromo atau Tekluk yang berlokasi di daerah Gejayan yaitu di Gang Bromo, Mrican. Gudeg Bromo ini berhasil menarik hati mereka karena kesan unik yang tampak pada sistem manajemen pemilik gudeg. Penjualnya, Suratinem (55) yang kerap dipanggil Bu Tekluk seringkali tekluk ketika melayani pembelinya. Tekluk itu berarti terkantuk-kantuk sehingga kepalanya terangguk. Entah itu saat mengambilkan gudeg, uang atau ketika mengobrol dengan pembelinya. Dengan kata lain seringkali Bu Tekluk tiba-tiba tidur sejenak. Bu Tekluk sering mengantuk sebab ia membuka warungnya sekitar pukul 23.00 WIB hingga 05.00 WIB sehingga tidak sempat beristirahat.

Hal lain yang menarik adalah cita rasanya. Gudeg yang dijual tidak terlalu manis, jadi cocok untuk lidah para perantau. Rasa krecek yang amat pedas juga berpadu di lidah para perantau yang hobi begadang itu. Selain itu disana juga terkenal dengan tempe gorengnya. Penjual membuat tempe tipis dan selesai digoreng akan terasa renyah ketika dimakan. Menu lainnya adalah telur, ceker, kepala dan ayam suwir.

Tidak hanya perantau, wisatawan pun menggandrungi gudeg Bu Tekluk. Buktinya, mereka sampai memesan untuk dibawa pulang ke Negara mereka masing-masing. Bu Tekluk mengaku akan memenuhi pesanan para turis asal mereka cepat-cepat membawa pulang kenegaranya. Maklum gudeg tersebut hanya mampu bertahan satu hari alias tanpa bahan pengawet.

Rata-rata usaha gudeg yang dirintis sejak November 1984 tersebut menghabiskan sekitar 200 porsi perhari dengan lauk yang bervariasi. Harganya pun sangat terjangkau sekitar Rp. 12.000 untuk nasi gudeg telur hingga Rp. 35.000 untuk nasi gudeg menthok ayam kampung. Atau bawa saja Rp. 20.000 untuk nasi gudeg, ayam suwir, 2 tempe dan segelas teh.

download (3)

DSCN8322

gudeg-bromo

GudegBuTekluk_004