Keraton Yogyakarta dan Sejarahnya

5/5 (1)

Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Keraton Yogyakarta merupakan pusat dari museum hidup kebudayaan Jawa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tidak hanya menjadi tempat tinggal raja dan keluarganya semata, Keraton Yogyakarta ini juga menjadi kiblat perkembangan budaya Jawa di Jogja. Sekaligus penjaga nyala kebudayaan di daerah tersebut. Di tempat ini wisatawan dapat belajar dan melihat secara langsung bagaimana budaya Jawa terus hidup serta dilestarikan.

Keraton Yogyakarta dibangun oleh Pangeran Mangkubumi pada tahun 1755, beberapa bulan setelah penandatanganan Perjanjian Giyanti. Dipilihnya Hutan Beringin sebagai tempat berdirinya kraton dikarenakan tanah tersebut diapit dua sungai sehingga dianggap baik dan terlindung dari kemungkinan banjir. Meski sudah berusia ratusan tahun dan sempat rusak akibat gempa besar pada tahun 1867, bangunan Keraton Yogyakarta tetap berdiri dengan kokoh dan terawat dengan baik. 

Mengunjungi wisata Keraton Yogyakarta tak sekedar menengok tempat tinggal keluarga Keraton Jogja saja. Kamu juga bisa menikmati berbagai pagelaran yang berbeda beda setiap harinya. Setelah masuk, kamu akan disambut oleh para Abdi Dalem. Ini adalah nama profesi orang orang yang mengurusi Keraton. Mereka terdiri dari laki laki dan perempuan, tua maupun muda. Yang menarik, walau mengerjakan pekerjaan sehari hari, mereka tetap mengenakan pakaian tradisional Jawa.

Untuk yang wanita, mereka menggunakan kemben dan slayer khusus. Disambut dengan sikap sopan, ditambah tutur kata halus dan ramah, kita sungguh dibuat bagai ketemu keluarga sendiri. Sambil melihat bangunan, kamu juga bisa menyaksikan pertunjukan seni yang digelar di Bangsal Sri Manganti. 

Rute Menuju Lokasi

Jika berangkat dari Semarang, ini rute yang bisa di ambil: Semarang – Ungaran – Ambarawa – Pringsurat – Magelang – Jogja (Monumen Jogja Kembali). Lurus saja menyusuri Jl. Magelang – Jl. Letjen Suprapto – Jogja National Museum lalu belok ke kiri menuju Jl Ahmad Dahlan. Sesampainya di Taman Pintar, ambil jalur ke arah Museum Sono Budoyo dan sampai di alun alun Jogja.

  • Buka/Tutup : Pukul 09.00 WIB – 14.00 WIB. Buka setiap hari Kecuali hari besar Agama Islam
  • HTM : Rp.5.000 untuk Wisatawan Domestik, Rp.15.000 untuk Wisatawan Asing

Lokasi Via Google Maps.

Paket Sewa Mobil Jogja

Paket Sewa Avanza Paket Sewa Innova
Paket Sewa Toyota Hiace Paket Sewa Elf Short
Paket Sewa Elf Long Paket Sewa Medium Bus
Paket Sewa Big Bus Paket Sewa Toyota Fortuner
Paket Sewa Toyota Camry Paket Sewa Toyota Alphard

Mohon Beri Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *