Uji Coba Kendaraan Komersial Hybrid Hino

5/5 (1)

Hino Siap Uji Coba Bus dan Truck  Hybrid di Tahun Depan

Uji Coba Kendaraan Hybrid – Perusahaan otomotif di Indonesia PT Hino Motor Sales Indonesia (HMSI) dikabarkan akan membawa kendaraan komersial hybrid mereka (bus dan truk hybrid) ke pasar Indonesia pada tahun depan. Langkah ini bertujuan untuk melakukan penjajakan potensi pasar terutama untuk kendaraan Hybrid yang saat ini mulai dikenal banyak peminatnya di Indonesia. 

truk hybrid dutro hino 2

Pihak HMSI menjelaskan akan melakukan uji coba produk hybrid truk dan bus mereka dengan merek Hino di Indonesia pada awal tahun 2020 mendatang. Hal ini seperti yang di sampaikan oleh Direktur Penjualan dan Promosi HMSI Santiko Wardoyo. Yang menyatakan bahwa hal ini merupakan bagian dari studi pasar kendaraan komersial hybrid di Indonesia. Memiliki tujuan untuk mengetahui apakah kendaraan hybrid cocok dengan kebutuhan masyrakat sesuai dengan demografi dan infrastruktur yang ada di Indonesia. 

baca juga Penampakan Yamaha E01 dan Yamaha E02

Direktur Penjualan dan Promosi HMSI Santiko Wardoyo menyatakan “Untuk mendatangkan produk baru itu kita harus melakukan studi, secara produknya kita akan tes nanti di sini, cek apakah cocok dengan demografi di sini atau tidak. Nanti kami akan kasih tahu kapan, kita tapi pasti tahun depan lah, sebelum pertengahan tahun depan,” Rabu (6/11/2019). 

Uji Coba Kendaraan Hybrid Hino

Oleh karena itu pihak HMSI akan benar-benar membawa produk hybrid tersebut dengan persiapan yang matang. Melihat dari pencapaian mereka yang sudah menjadi pemain kendaraan komersial di dalam negeri selama 37 tahun. Dikatakan juga secepatnya HMSI akan mempertimbangkan untuk memproduksi mobil tersebut di dalam negeri setelah melakukan uji coba. 

Hal ini menurutnya juga akan membuat kendaraan komersial hybrid di Indonesia dapat bertahan lama. Dikarenakan seluruh kegiatan produksi dan rantai pasok berada di dalam negeri. Karena itu pengembangan industri ini tidak banyak terpengaruh oleh kondisi global dibandingkan dengan melakukan produksi secara impor. Hal ini juga akan berpengaruh pada biaya perawatan yang akan lebih terjangkau bila melakukan produksi dalam negeri.

truk hybrid dutro hino 1

Karena ketersediaan suku cadang dan diharapkan akan dapat mengkompensasi harga kendaraan hybrid yang dinilai lebih mahal dibandingkan kendaraan konvensional. Santiko Wardoyo juga menambahkan “Kami tidak mau asal-asalan, kami ingin sustain, kalau bisa juga kita lebih lama untuk sustain lebih lama. Beda dengan kalau kita import saja, kita ingin lebih langgeng, spare part-nya jelas suplainya, kalau enggak nanti ujung-ujungnya jadi mahal.” 

Yang menurutnya yang akan menjadi konsumen potensial untuk kendaraan komersial hibrida adalah pemerintah. Dia berharap pengeluaran pemerintah dapat didorong untuk pengadaan kendaraan yang terelektrifikasi, termasuk kendaraan komersial hybrid.

artikel lainnya Transjakarta mulai Uji Coba Gunakan Bus Listrik

“Contoh yang paling simple kita akan didorong ke pemerintahan semua, contohnya untuk bus. Kita tahu investasinya diesel dengan EV, mungkin bisa tiga kali lipat harganya, apakah tiketnya mau naik tiga kali lipat juga? Kan tidak mungkin. Jadi pemerintah yang bisa dorong,” ungkapnya.

Hino Indonesia selama ini dikenal sebagai Perusahaan otomotif yang agresif mengenalkan teknologi bus dan truk ramah lingkungan. Beberapa model hybrid telah didatangkan ke pameran otomotif yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah truk Hino Dutro Hybrid yang telah dipamerkan di GIIAS 2019 July lalu.

Mohon Beri Nilai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat